Sumsel Masuk Periode Peralihan dari Kemarau ke Penghujan

--

REL, Palembang - Sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi berpeluang lebih dari 50 persen terjadi curah hujan rendah, antara 0-50 mm pada dasarian III September 2025 ini. Kecuali wilayah Lahat bagian selatan, OKU Selatan bagian barat, Musi Rawas Utara bagian utara dan sebagian Muba bagian utara.

Beberapa wilayah itu diprediksi berpeluang lebih dari 50 persen terjadi curah hujan menengah, yaitu 51-150 mm. Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Dr Wandayantolis, dari prediksi itu disimpulkan kalau sebagian besar wilayah Sumsel sedang memasuki periode peralihan, dari musim kemarau ke musim hujan.  

“Beberapa wilayah di sisi barat Sumsel sudah mengalami musim hujan yang dimulai pada periode akhir Juli hingga awal Agustus lalu,” ujarnya. Sementara, sebagian wilayah di selatan mengalami musim hujan sepanjang 2025 (tidak mengalami musim kemarau).

BACA JUGA:Cegah Kriminalitas, Sat Samapta Gencarkan Patroli Presisi

Peluang hujan di sebagian besar wilayah Sumsel diprediksi mengalami penurunan pada dasarian depan. “Namun masyarakat diharapkan tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode peralihan ini,” imbuh dia. Sebab, hujan yang turun secara tiba-tiba yang dapat disertai petir dan angin kencang.  

Sebelumnya, pada dasarian II September lalu, curah hujan sebagian besar wilayah Sumsel berada pada kategori menengah. Hanya sebagian kecil yang curah hujannya kategori rendah. Yakni Empat Lawang, sebagian Lahat bagian utara, sebagian Muara Enim bagian barat, dan sebagian OKU bagian selatan. Lalu, sebagian OKU Selatan bagian utara, sebagian OKU Timur bagian selatan, sebagian kecil Ogan Ilir bagian timur, sebagian OKI, sebagian Palembang, sebagian Banyuasin, sebagian Musi Banyuasin, dan sebagian kecil Musi Rawas bagian utara.

Sementara di sebagian wilayah Muratara dan Mura, sebagian Lahat bagian tengah dan selatan, sebagian Muara Enim, sebagian PALI bagian selatan, sebagian Prabumulih bagian utara, dan sebagian kecil Ogan Ilir bagian tengah mengalami curah hujan pada kategori tinggi, dengan intensitas 150-300 mm. Hanya di sebagian kecil Lahat bagian tengah mengalami curah hujan pada kategori sangat tinggi, lebih dari 300 mm.

BACA JUGA:Berkat Informasi Warga, Polsek Lintang Kanan Temukan Motor Korban Curas

“Curah hujan tertinggi terukur pada pos hujan Pseksu, Kecamatan Pseksu, Lahat, yaitu sebesar 391.5 mm,” bebernya. Monitoring Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut-turut menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Sumsel mengalami lama Hari Tanpa Hujan sangat pendek (1-5 hari). 

Ada pun wilayah dengan lama HTH pendek meliputi sebagian kecil Muba, sebagian Banyuasin, Palembang, dan Ogan Ilir, sebagian kecil OKI, OKU Timur, Muara Enim, dan Prabumulih. Sementara di sebagian kecil Muratara, Mura, Lahat, PALI, Muara Enim, OKU Selatan, OKU Timur, dan Ogan Ilir, sebagian Lubuk Linggau, Empat Lawang, OKI, Palembang, Banyuasin, dan Muba masih terjadi hujan. “HTH terpanjang terukur pada pos hujan Kurungan Nyawa, Kecamatan Buay Madang selama 8 hari,” jelasnya. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan