Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Calon Kepala Sekolah Jangan Jadi Pemimpin ‘Ghoib’, Harus Hadir dan Jadi Teladan!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti -Net/Foto/Ist.-
Rel, Bacakoran.co — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti mengingatkan para calon kepala sekolah agar tidak menjadi “pemimpin ghoib”, Pemimpin Ghoib yakni pemimpin yang tak hadir di tengah orang yang dipimpinnya.
Ia menegaskan bahwa seorang kepala sekolah harus hadir secara nyata, memberi teladan, dan menjadi sumber semangat bagi para guru serta peserta didik.
“Pemimpin itu ibarat imam dalam salat, dia hadir saja masalah sudah selesai,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya pada Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah Tahap 2 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Timur, Kota Batu, Kamis (9/10/2025).
BACA JUGA:Kemendikdasmen Dorong Hasil TKA Jadi Syarat Masuk Akmil, Akpol, dan Sekolah Kedinasan
Pemimpin Harus Hadir dan Berani
Abdul Mu’ti menegaskan, seorang kepala sekolah bukan hanya simbol jabatan, tetapi juga sosok yang memberikan arah dan inspirasi. Ia mencontohkan semangat Ki Hajar Dewantara dengan semboyan legendaris:
“Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani.”
Menurutnya, seorang pemimpin sejati harus memberi teladan di depan, membangun semangat di tengah, dan memberi dorongan di belakang.
Tak hanya itu, Mendikdasmen juga menekankan bahwa pemimpin sejati harus berani mengambil keputusan dan siap menanggung risikonya.
“Pemimpin itu tidak harus populis, tetapi berani mengambil risiko. Bahkan jika harus dibully atau dibui demi kebenaran, seperti Sukarno dahulu,” tegasnya.
Guru Sebagai Agen Peradaban dan Perubahan
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti juga menekankan bahwa guru, termasuk calon kepala sekolah, harus berperan sebagai agent of civilization dan agent of change dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, kemajuan teknologi memang membawa banyak manfaat dalam pembelajaran, namun tidak dapat menggantikan peran guru di ruang kelas.
“Teknologi membantu menciptakan pembelajaran yang berkualitas, meaningful, dan joyful, tetapi guru tetap menjadi aktor utama dalam proses pendidikan,” jelasnya.
Guru juga berperan penting dalam membentuk karakter peserta didik agar menjadi generasi yang beriman, berakhlak, cerdas, terampil, dan bertanggung jawab terhadap bangsa dan negara.