Galaxy S26 Bikin Panas! Bocoran Chipset Ini Bikin Fans Samsung Terbelah
Bocoran Galaxy S26 mengungkap keputusan kontroversial Samsung soal Exynos 2600 tanpa modem terintegrasi. Performa naik, tapi konsumsi daya ikut jadi sorotan.-ISTIMEWA-
REL, JAKARTA - Samsung kembali menguji kesabaran penggemarnya. Menjelang peluncuran Galaxy S26 awal 2026, rumor panas dari X dan media Korea membeberkan keputusan berani: Exynos 2600 tak lagi memakai modem terintegrasi.
Langkah kontroversial ini disebut strategi efisiensi desain. Tanpa modem di dalam chip, ukuran die pada proses 2nm bisa diperkecil, memberi ruang untuk peningkatan performa besar-besaran.
Samsung menanam CPU 10-core, GPU Xclipse 960, NPU 80 TOPS, serta teknologi pendingin Heat Path. Fokusnya jelas: performa gaming lebih stabil dan tahan panas lebih lama.
Namun, ada harga yang harus dibayar. Modem eksternal yang diduga Shannon 5410 membuat data bolak-balik antar chip, meningkatkan konsumsi daya hingga 5–10 persen.
Dampaknya terasa saat navigasi, video call, dan aktivitas data berat. Inilah sisi gelap yang membuat sebagian penggemar ragu dengan arah baru Exynos.
Dilema makin rumit secara regional. Galaxy S26 dan S26+ versi Exynos kabarnya hadir di Korea dan Eropa, sementara S26 Ultra tetap memakai Snapdragon secara global.
BACA JUGA:Resmi Dikukuhkan, 2.502 PPPK Paruh Waktu di Empat Lawang Diminta Disiplin dan Siap Layani Masyarakat
BACA JUGA:Harga Galaxy S25 Turun di Akhir 2025, Flagship Samsung Kini Lebih Mudah Dijangkau
Artinya, pengalaman pengguna bisa berbeda tergantung negara pembelian. Konsumen Eropa mungkin merasakan performa gaming unggul, namun dengan konsumsi daya sedikit lebih boros.
Samsung berharap keunggulan fabrikasi 2nm mampu menutup “dosa” modem eksternal. Desain CPU baru juga diklaim menghapus core lemah yang kerap memicu lag pada Exynos lama.
Kini pertanyaannya menggantung: apakah perjudian teknologi ini akan sukses? Jawabannya baru terungkap saat Galaxy S26 diuji di dunia nyata. **