Iklan Pemkab

Kafe Tersembunyi di Kebun Karet Digerebek Polisi

Aparat kepolisian membongkar aktivitas sebuah kafe tersembunyi yang beroperasi di tengah perkebunan karet. Foto : dokumen polisi. --

REL, Empat Lawang - Aparat kepolisian membongkar aktivitas sebuah kafe tersembunyi yang beroperasi di tengah perkebunan karet di Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.

Dalam operasi yang digelar Rabu (21/1/2026) dini hari, puluhan pengunjung diamankan setelah hasil tes urine menunjukkan indikasi penyalahgunaan narkotika.

Dari total 83 orang yang berada di lokasi saat penggerebekan berlangsung, sebanyak 33 pengunjung dinyatakan positif mengandung zat terlarang jenis amphetamine atau ekstasi. Mereka terdiri dari 20 laki-laki dan 13 perempuan.

Lima orang di antaranya diketahui berprofesi sebagai DJ dan penari yang didatangkan dari Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim. 

Kafe tersebut diketahui baru beroperasi sejak Desember 2025 dan sengaja dibangun jauh dari permukiman warga, tepatnya di kawasan Talang Gunung, Kelurahan Jayaloka, Kecamatan Tebing Tinggi.

BACA JUGA:Tempat Oplosan Tabung LPG 3 Kilogram di Palembang Dibongkar

BACA JUGA:Dua Pencuri Rumah Kosong Dibekuk Anggota Polrestabes

Lokasinya yang tersembunyi di tengah kebun karet diduga menjadi alasan tempat hiburan malam itu luput dari pantauan dalam waktu cukup lama.

Selain mengamankan para pengunjung dan pengelola, petugas Satres Narkoba Polres Empat Lawang juga menyita sejumlah barang bukti.

Di antaranya empat butir pil ekstasi, 177 botol minuman keras berbagai merek, sembilan unit mobil, 29 sepeda motor, alat hisap sabu, senjata tajam, kunci T, serta perlengkapan musik dan peralatan DJ. 

Kapolres Empat Lawang, AKBP Abdul Aziz Septiadi, menyampaikan bahwa pemilik kafe berinisial Jun berhasil melarikan diri saat penggerebekan dilakukan.

Saat ini, polisi masih melakukan pengejaran dan mendalami peran pemilik dalam aktivitas ilegal tersebut. 

Pengunjung yang hasil tes urinenya positif akan kami periksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah mereka hanya sebagai pengguna atau terlibat dalam jaringan peredaran narkotika, ujar AKBP Abdul Aziz kepada wartawan.

Sementara itu, bagi pengunjung yang dinyatakan negatif narkoba, pihak kepolisian memilih pendekatan pembinaan.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan