Cetak Sawah Target 37 Ribu Hektare
Brigjen TNI Khabib Mahfud. Foto: Istimewa --
REL, Palembang - Program percepatan cetak sawah di Sumatera Selatan (Sumsel) terus didorong guna memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target nasional.
Upaya ini menjadi fokus dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Sumsel, Jalan Sungai Pangeran, Palembang, Jumat (27/3/2026).
Rapat tersebut dihadiri Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Khabib Mahfud, jajaran pemerintah daerah, serta perwakilan Kementerian Pertanian.
Pertemuan ini menitikberatkan pada percepatan realisasi program cetak sawah tahun 2025 yang dinilai krusial untuk meningkatkan produksi padi di Sumsel.
Staf Ahli Bidang Perairan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, mengungkapkan bahwa target cetak sawah di Sumsel mencapai 37.000 hektare.
Ia menegaskan bahwa percepatan masa tanam menjadi faktor kunci agar lahan yang telah selesai diolah tidak terbengkalai dan dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
“Kami mendorong pemerintah provinsi untuk segera berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Targetnya, proses tanam bisa dimulai paling lambat pertengahan April sesuai arahan Menteri Pertanian,” ujar Ali.
BACA JUGA:Dua Oknum Polisi Dipecat! Kapolres Empat Lawang Tegas, Tak Ada Ampun untuk Pelanggaran Disiplin
BACA JUGA:Volume Kendaraan di Tol Trans Sumatera Mulai Menurun Akhir Maret 2026
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan agar seluruh tahapan, mulai dari pembukaan lahan hingga penanaman, dapat berjalan sesuai jadwal.
Hal ini penting untuk memastikan program tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap produksi pangan.
Sementara itu, Brigjen TNI Khabib Mahfud menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan awal sejak menjabat sebagai Danrem sekitar tiga minggu terakhir.
Dari hasil koordinasi di lapangan, masih terdapat sejumlah kendala teknis yang memerlukan penanganan segera.
Beberapa kendala tersebut di antaranya keberadaan lahan yang tidak dapat dimanfaatkan, seperti area pemakaman, serta kondisi lahan di wilayah Musi Banyuasin yang masih tergenang air sehingga belum siap untuk ditanami. Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat pencapaian target jika tidak segera diatasi.
