Iklan Pemkab

Pemprov Sumsel Prioritaskan Kesejahteraan Guru

SEMINAR: Wagub Sumsel, H. Cik Ujang, saat membuka Seminar Hari Pendidikan Nasional 2026 bertajuk "Apa Kabar Guru? Sejahtera, Perlindungan Nyata dan Pendidikan Berkualitas" di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/5/2026). FOTO: DOK/HUMAS PE--

REL, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan kesejahteraan dan perlindungan hukum bagi para pendidik guna mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sumsel, H. Cik Ujang, saat membuka Seminar Hari Pendidikan Nasional 2026 bertajuk “Apa Kabar Guru? Sejahtera, Perlindungan Nyata dan Pendidikan Berkualitas” di Auditorium Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan yang diinisiasi harian Sumatera Ekspres (Sumeks) itu dihadiri sekitar 400 guru dari berbagai daerah di Sumatera Selatan.

Dalam sambutannya, Cik Ujang menegaskan pembangunan sektor pendidikan di Sumsel tidak akan berjalan maksimal tanpa keberpihakan nyata terhadap kesejahteraan dan perlindungan guru di lapangan.

“Guru yang sejahtera akan mengajar dengan tenang. Guru yang terlindungi akan bekerja dengan bermartabat. Dan guru yang kuat akan melahirkan pendidikan yang berkualitas,” ujar Cik Ujang.

Ia mengatakan, guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa. Karena itu, perhatian terhadap nasib para guru harus menjadi prioritas bersama.

Selain menyoroti kesejahteraan guru, Cik Ujang juga membahas tantangan modernisasi pendidikan, termasuk perkembangan Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar mengajar.

BACA JUGA:Timber Berpeluang Tampil di Final UCL

BACA JUGA:Febrita Resmikan Rumah Dilan Berkarya

Menurutnya, secanggih apa pun teknologi yang berkembang, peran guru sebagai pembimbing nilai, moral, dan karakter peserta didik tidak akan pernah tergantikan.

“Teknologi dapat membantu proses belajar, tetapi keteladanan guru tidak dapat digantikan oleh mesin. AI bisa menjawab pertanyaan, tetapi tidak memiliki empati dan sentuhan kemanusiaan seorang guru,” katanya.

Ia berharap seminar tersebut menjadi ruang diskusi untuk memperkuat posisi guru dalam menghadapi perubahan zaman sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Selatan.

Sementara itu, General Manager Sumatera Ekspres, H. Iwan Irawan, S.Hum, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemprov Sumsel terhadap pelaksanaan seminar tersebut.

Menurut Iwan, seminar ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret terkait berbagai persoalan yang dihadapi guru, termasuk pemahaman mengenai batasan-batasan hukum dalam mendidik generasi digital.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan