Kepemimpinan Butuh Pengalaman dan Bobot
LATIH: Kegiatan Penjelasan Penilaian Sikap Perilaku dan Strategi Pengembangan Diri (Bagi Mentor) pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII yang berlangsung di Sumsel Command Center, Selasa (2/6/2026). Foto: dok/Istimewa--
REL, PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan bahwa kepemimpinan tidak cukup hanya mengandalkan bakat atau potensi, tetapi juga harus dibentuk melalui pengalaman, kapasitas, dan pemahaman yang luas terhadap berbagai persoalan di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri secara virtual kegiatan Penjelasan Penilaian Sikap Perilaku dan Strategi Pengembangan Diri bagi mentor pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVII di Sumsel Command Center, Selasa (2/6/2026).
Dalam arahannya, Herman Deru menekankan bahwa pengalaman menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kualitas seorang pemimpin. Menurutnya, pemimpin harus memiliki jam terbang yang cukup agar mampu memahami kondisi di lapangan dan mengambil keputusan secara tepat.
“Kepemimpinan itu membutuhkan pengalaman. Seorang pemimpin harus menguasai lapangan dan tidak boleh menganggap sepele apa pun,” ujar Herman Deru.
BACA JUGA:Wabup PALI dan Kepala Dinas PU Diamankan Kejati Sumsel, Diduga Terkait Suap Fee Proyek
BACA JUGA:Wabup Arifa'i Ajak Finalis Bujang Gadis Empat Lawang Bangun Mental Juara dan Jiwa Pemimpin
Ia menjelaskan, seorang pemimpin dituntut untuk memahami berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan kerjanya. Dengan pengalaman yang memadai, pemimpin akan lebih cermat dalam menilai situasi serta menentukan langkah yang tepat dalam menyelesaikan masalah.
Selain itu, Herman Deru menegaskan bahwa kepemimpinan memiliki hirarki yang harus dijalankan secara baik. Karena itu, seorang pemimpin tidak dapat bekerja sendiri dan perlu membuka ruang bagi berbagai masukan, terutama dari jajaran yang memahami persoalan teknis di bidangnya masing-masing.
“Kepemimpinan itu ada hirarkinya, sehingga kita membutuhkan banyak masukan dari berbagai pihak, terutama dari para pemimpin di bawah yang membidangi tugas tertentu,” katanya.
Menurut Herman Deru, keterbukaan terhadap masukan menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan. Dengan mendengarkan pandangan dari berbagai pihak, kebijakan yang dihasilkan akan lebih komprehensif dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Lebih lanjut, ia mengatakan seorang pemimpin harus memiliki pemahaman yang menyeluruh terhadap berbagai sektor. Meski tidak harus menjadi ahli dalam semua bidang, pemimpin setidaknya harus mengetahui persoalan secara umum sebagai landasan dalam menetapkan kebijakan.
“Seorang pemimpin tidak harus menjadi ahli di semua bidang, tetapi harus memahami persoalan secara menyeluruh agar keputusan yang diambil tepat dan berdampak positif,” ujarnya.
Menutup arahannya, Herman Deru menyampaikan bahwa kualitas kepemimpinan lahir dari perpaduan antara potensi, kapasitas, dan pengalaman yang terus diasah dalam menjalankan tugas.
“Menjadi pemimpin itu bukan hanya bibit, tapi juga harus memiliki bobot,” tegasnya.
