Publik Desak Tunjangan DPR Dialihkan ke Guru, Begini Respons Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Publik Desak Tunjangan DPR Dialihkan ke Guru, Begini Respons Mendikdasmen Abdul Mu’ti-ist/net-
“Saya mendengar keresahan masyarakat terkait tunjangan pejabat yang ramai belakangan ini. Sebagai bentuk komitmen saya kepada rakyat, saya memilih untuk mengalokasikan gaji dan tunjangan saya kepada masyarakat di dapil saya,” tulis Nafa dalam unggahan Instagram story miliknya, Selasa (26/8/2025).
Antara Kesejahteraan Guru dan Privilege Pejabat
Kontroversi tunjangan DPR menjadi cermin kuatnya tuntutan publik agar pemerintah lebih bijak dalam mengalokasikan anggaran negara. Guru, sebagai pilar utama pendidikan bangsa, dinilai lebih layak mendapatkan perhatian ekstra dibanding penambahan fasilitas untuk pejabat.
Meski Abdul Mu’ti menegaskan keterbatasan kewenangan dalam pengalihan dana, langkah konkret berupa penyaluran insentif guru dan usulan kenaikan di tahun berikutnya diharapkan dapat menjadi jawaban atas keresahan masyarakat.
BACA JUGA:Kemendikdasmen Buka Pendaftaran Tes Kemampuan Akademik, Gratis dan Terstandar Nasional
BACA JUGA:Ternyata Ada Sekolah Kedinasan yang Mudah Masuknya, Tanpa Syarat Tinggi Badan
Kini, publik menanti konsistensi pemerintah dan parlemen dalam menempatkan kepentingan rakyat—khususnya guru—di atas kepentingan pribadi.