Batik Empat Lawang Hadir dengan Motif Baru, Angkat Identitas Kearifan Lokal Tebing Tinggi
Doc.Rel--
REL,BACAKOARAN.CO – Setiap daerah di Indonesia memiliki kekhasan budaya yang tercermin dalam pakaian adat maupun corak batik daerahnya.
Seperti Musi Banyuasin dengan jumputan gambo, Pagaralam dengan motif rumah baghi, Lubuk Linggau dengan motif durian, Prabumulih dengan ikon nanas, hingga Lahat yang dikenal dengan motif kawe atau kopi.
Sementara itu, Kabupaten Empat Lawang juga memiliki kekayaan visual tersendiri berupa batik bermotif flora yang menampilkan gambar utama Tugu Empat Lawang, didominasi warna hijau hasil rancangan Sekretaris Daerah Empat Lawang, Fauzan Khoiri.
BACA JUGA:Lima Warga Empat Lawang Pulang Umroh Gratis! Program Saipul Zahri Bakal Berlanjut Tahun Depan
Pembuatan batik daerah bukan sekadar merancang pola, namun memerlukan perenungan dan penjiwaan agar mampu menggambarkan jati diri wilayah tersebut.
Idealnya, tanpa diberi tahu, masyarakat dapat menebak asal batik hanya dari motifnya.
Seperti apabila pada batik terdapat motif bunga Rafflesia, orang langsung mengetahui bahwa batik itu berasal dari Bengkulu.
Berbagai cara dapat ditempuh untuk melahirkan batik khas daerah.
Mulai dari bekerja sama dengan para pakar desain batik, menggelar lomba desain yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat, hingga membentuk tim khusus yang melakukan studi motif daerah secara mendalam.
Umumnya, motif batik menggambarkan kekayaan flora, fauna, makanan khas, tradisi, hingga ukiran yang terdapat pada rumah adat.
BACA JUGA:Heboh! Kawasan Pulo Mas Empat Lawang Terbakar, Diduga Akibat Pembakaran Sampah
BACA JUGA:Ibunda Giri Remanda Kiemas Wafat, PDIP Empat Lawang dan Wabup Arifai Sampaikan Duka Mendalam
Lebih dari sekadar identitas budaya, batik memiliki potensi ekonomi besar.