Harga Cabai Lubuklinggau Masih Tinggi

TINGGI: Meskipun Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah usai, namun harga cabai di Pasar Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel) masih tinggi, Jum’at (2/1/2026). Foto: dok/ist--

REL, Lubuklinggau — Meskipun momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah berakhir, harga cabai di Pasar Lubuklinggau, Sumatera Selatan, masih terpantau tinggi. Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca hujan berkepanjangan yang mengganggu pasokan dari daerah sentra produksi.

Berdasarkan pantauan di Pasar Inpres Lubuklinggau, harga cabai merah keriting kini berkisar Rp 70.000–75.000 per kilogram, cabai merah besar Rp 50.000–55.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 65.000 per kilogram, serta cabai rawit hijau mencapai Rp 70.000 per kilogram.

Salah satu pedagang cabai, Yanti, mengatakan cuaca buruk yang melanda Sumatera Selatan membuat banyak cabai membusuk sehingga pasokan berkurang dan harga melonjak.

“Sekarang hujan terus, jadi banyak cabai yang busuk. Ditambah ini masih awal tahun, stok juga terbatas. Harga dari petani sudah tinggi, jadi mau tidak mau harga di pasar ikut naik,” ujar Yanti, Jumat (2/1/2026).

BACA JUGA:APBD Dipangkas, Bupati Edison Minta OPD Gaspol

Ia juga mengungkapkan bahwa para pedagang tidak berani menyimpan stok dalam jumlah besar karena risiko pembusukan sangat tinggi. Pasokan cabai mereka datangkan langsung dari Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

“Kami ambil dari Curup. Karena stok sedikit dan harga tinggi dari petani, kami ambilnya sedikit. Kalau sehari tidak laku, banyak yang harus dibuang,” katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Lubuklinggau, Medhioline Sapta Windu, membenarkan bahwa cuaca menjadi faktor utama tingginya harga cabai.

“Sekarang masih musim hujan deras, bahkan beberapa daerah mengalami banjir. Kondisi cuaca sangat mempengaruhi produksi dan harga komoditas seperti cabai,” jelasnya.

BACA JUGA:Disdik Sumsel Ingatkan Guru ASN Tak Tambah Libur

Sementara itu, petani cabai asal Curup, Cesar SWF Astowo, mengungkapkan hujan yang turun terus-menerus selama lebih dari sepekan menyebabkan sebagian petani mengalami gagal panen.

“Sudah lebih dari seminggu hujan tidak berhenti. Banyak tanaman cabai tergenang, bahkan ada yang gagal panen. Dampaknya harga naik, terutama cabai rawit. Dari petani sudah sekitar Rp 50.000 per kilogram,” ungkapnya.

Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga cuaca membaik dan pasokan kembali normal. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan