Arsenal Selamat dari Kekalahan

JABAT: Pep Guardiola, Manajer Manchester City, dan Mikel Arteta, Manajer Arsenal, berjabat tangan setelah pertandingan Liga Premier di Emirates Stadium pada 21 September 2025. Foto: Justin Setterfield/Getty Images--

REL, London — Pertemuan sengit antara Arsenal dan Manchester City kembali menyajikan drama penuh tensi di Liga Inggris. Laga yang digelar di Emirates Stadium ini berakhir dengan skor 1-1 setelah Gabriel Martinelli mencetak gol penyeimbang di menit akhir, membuyarkan kemenangan yang hampir digenggam The Citizens.

Sejak menit awal, Man City tampil agresif. Erling Haaland langsung memberi keunggulan bagi tim tamu lewat gol cepat, memaksa Arsenal bekerja ekstra keras untuk menyamakan kedudukan. Namun di balik pertahanan rapat City, berdiri sosok yang menjadi momok lama bagi The Gunners: Gianluigi Donnarumma.

Kiper asal Italia itu berulang kali menggagalkan peluang emas Arsenal, termasuk tembakan Martin Ødegaard dan Leandro Trossard. Bahkan Mikel Arteta, pelatih Arsenal, tak ragu melontarkan pujian.

“Dia sangat dominan di kotak penalti. Setiap bola di area enam yard selalu bisa ia kuasai dengan timing yang tepat. Cara dia mengeksekusi aksi sangat efisien,” ujar Arteta selepas laga.

BACA JUGA:Ruben Amorim Tak Akan Ubah Formasi

Bagi Arsenal, Donnarumma adalah wajah familiar yang pernah memupus harapan mereka di Liga Champions bersama PSG beberapa bulan lalu. Kini, ia kembali jadi tembok tangguh bagi Manchester City.

Meski begitu, kegigihan Arsenal akhirnya terbayar. Di masa injury time, Eberechi Eze mengirim umpan chip yang disambut Martinelli dengan lob cantik melewati Donnarumma, membuat stadion bergemuruh. Skor imbang 1-1 pun menutup laga.

Arteta mengaku bangga pada para pemainnya, meski sedikit kecewa dengan hasil akhir.

“Saya sangat bangga dengan para pemain. Itu perasaan utama saya. Meski hasilnya mengecewakan, mereka sudah berjuang maksimal,” kata Arteta.

BACA JUGA:Pesepak Bola Terkaya Dunia Merapat ke Klub M-League

Sementara itu, Pep Guardiola terlihat memilih strategi bertahan di babak kedua. Ia menarik keluar Phil Foden dan memasukkan Nathan Ake, kemudian menambah lapisan tengah lewat Nico Gonzalez, bahkan menarik Haaland. Meski disebut keluar dari pakem biasanya, Arteta tak mempermasalahkan langkah itu.

“Semua orang mencoba melakukan yang terbaik untuk hasil yang mereka inginkan, jadi itu wajar saja,” tambahnya.

Hasil imbang ini membuat Arsenal terhindar dari kekalahan yang bisa menyakitkan, hampir setahun setelah mereka kehilangan poin akibat gol telat John Stones. Bedanya kali ini, Martinelli-lah yang jadi penyelamat. (*)

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan