REL,BACAKORAN.CO – Pemerintah Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, resmi membatalkan Program Beasiswa Kementerian Keuangan (Ministerial Scholarship) Tahun 2025.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan efisiensi anggaran negara yang tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penghematan Belanja Negara.
Keputusan ini diumumkan melalui surat resmi Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Kemenkeu dengan nomor PENG-14/PP.2/2025 yang diterbitkan pada 31 Januari 2025.
"Kami sampaikan bahwa penawaran Beasiswa Kemenkeu (Ministerial Scholarship) Tahun 2025 sebagaimana telah diumumkan melalui Pengumuman Nomor PENG-1/PP.2/2025 dibatalkan. Sebagai tindak lanjut, proses pendaftaran beasiswa ini dihentikan sejak tanggal pengumuman ditetapkan," demikian isi pengumuman resmi yang dikutip pada Selasa (4/2/2025).
BACA JUGA:5 Rekomendasi Wisata Terbaik di Donggala 2025 yang Wajib Dikunjungi
Baru Dibuka 21 Hari, Program Beasiswa Dibatalkan
Program Ministerial Scholarship 2025 sejatinya baru dibuka pada 10 Januari 2025 dan dijadwalkan menerima pendaftaran hingga 9 Februari 2025. Namun, sebelum masa pendaftaran berakhir, program ini dihentikan secara mendadak.
Pembatalan ini didasarkan pada Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.02/2025 yang mengatur penghematan anggaran kementerian/lembaga dalam APBN 2025. Keputusan ini menjadi bagian dari kebijakan pengurangan belanja negara yang lebih luas.
BACA JUGA:Terkait Peredaran Pupuk Palsu, Dinas Pertanian Belum Dapat Petunjuk
Efisiensi Anggaran Rp 306,7 Triliun
Pemerintah Indonesia berencana memotong belanja negara sebesar Rp 306,7 triliun (sekitar USD 18,8 miliar) pada tahun 2025, atau setara dengan 8% dari total anggaran yang telah disetujui.
Pemangkasan ini berdampak pada berbagai program pemerintah, termasuk di sektor pendidikan.
Sementara itu, pemerintah tetap melanjutkan program makan siang gratis, salah satu program unggulan Presiden Prabowo.
Program ini ditargetkan menjangkau 82,5 juta penerima manfaat hingga akhir tahun dan membutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 100 triliun.
BACA JUGA:OPPO Reno 10 5G Turun Harga! Layar AMOLED, Kamera 64MP, dan Baterai Awet Kini Lebih Terjangkau