Begini Melihat Keajaiban Batu Hidup Trovant di Rumania, Misteri yang Belum Terpecahkan
Melihat Keajaiban Batu Hidup Trovant di Rumania, Misteri yang Belum Terpecahkan--
Melihat Keajaiban Batu Hidup Trovant di Rumania, Misteri yang Belum Terpecahkan
REL, BACAKORAN.CO - Rumania, sebuah negara di Eropa Timur, memiliki salah satu fenomena alam paling aneh dan mengesankan di dunia: batu hidup yang dikenal sebagai Trovant.
Batu-batu ini, yang dapat tumbuh, bergerak, bahkan bereproduksi, ditemukan di desa Costești, sekitar 50 mil dari Bucharest. Hingga kini, keajaiban alam ini masih membingungkan para ilmuwan dan menjadi daya tarik yang memicu kekaguman serta rasa ingin tahu.
Tumbuh, Bergerak, dan Beranak-pinak
BACA JUGA:Ini 20 Kampus Terbaik di Indonesia Tahun 2024, Adakah Kampus Anda?
Batu Trovant beragam ukuran, mulai dari kerikil kecil hingga batu besar yang bisa mencapai ketinggian 4,5 meter. Yang membedakan batu ini dari batu lainnya adalah kemampuannya untuk tumbuh dan mengubah bentuk seiring waktu.
Penduduk setempat menyebutnya sebagai "batu hidup" karena sifat luar biasanya yang terlihat seperti makhluk hidup.
Batu-batu ini sebagian besar terdiri dari inti keras yang dikelilingi oleh lapisan pasir, membentuk semacam kulit luar. Para ilmuwan menduga bahwa pertumbuhan Trovant terkait dengan komposisi mineral unik yang ada di dalamnya.
Saat hujan turun, air hujan yang membawa mineral tertentu berinteraksi dengan bahan kimia dalam batu, menciptakan reaksi tekanan yang mendorong pertumbuhan batu. Namun, pertumbuhan ini sangat lambat, dengan laju sekitar 4 hingga 5 sentimeter setiap 1.000 tahun.
BACA JUGA:Ini 5 SMP Terbaik di Muara Enim
Tak hanya tumbuh, batu-batu ini juga dipercaya dapat bereproduksi. Setelah hujan lebat, batu-batu kecil yang disebut mikrotrovant sering muncul di permukaan batu yang lebih besar.
Batu-batu kecil ini kemudian terlepas dan tumbuh mandiri, memberikan kesan bahwa Trovant mampu melahirkan "anak-anak" batu baru, menambah misteri di sekitarnya.
Asal Usul Trovant yang Kuno
Asal usul Trovant dapat ditelusuri hingga jutaan tahun lalu, tepatnya pada sub-zaman Miosen Tengah sekitar 5,3 juta tahun yang lalu. Pada masa itu, wilayah tempat batu ini ditemukan dulunya adalah laut kuno, yang menjelaskan adanya fosil bivalva dan gastropoda yang ditemukan di dalamnya.