Gunung Dempo Bertahan Level II

ERUPSI : Semburan abu setinggi 100 meter terlihat pada puncak Marapi Gunung Api Dempo, kemarin (29/8). Saat ini, status Dempo masih bertahan Level II Waspada. foto : ist--
REL, Pagaralam - Gunung Dempo di wilayah Kota Pagaralam, Provinsi Sumsel kembali ‘batuk’ erupsi terjadi lagi Jumat (29/8), pukul 13:38 WIB. Berdasarkan data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), letusan kali ini menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 100 meter di atas puncak atau kurang lebih 3.273 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu yang teramati memiliki warna putih dengan intensitas tipis dan condong mengarah ke utara. Erupsi ini tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi sekitar 1 menit 56 detik.
Erupsi tersebut merupakan yang kelima terjadi di tahun ini. Berdasarkan siaran pers Pos Pemantau Gunung Api Dempo Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PBMBG), status Gunung Dempo tetap tidak berubah. Berada pada Level II (Waspada). Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati dan bermalam di area kawah Marapi Gunung Dempo.
Zona bahaya yang direkomendasikan adalah dalam radius 1 km dari pusat aktivitas kawah dan sejauh 2 km ke sektor utara. Mengingat kawah merupakan pusat letusan dan sumber gas-gas vulkanik yang berbahaya bagi keselamatan.
BACA JUGA:Tim Patriot UNDIP Beri Rekomendasi Peningkatan Layanan Kesehatan di Kawasan Transmigrasi Muba
Sebelumnya, Kepala BPBD Pagaralam, John Hasman mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario bila aktivitas vulkanis Gunung Dempo meningkat. “Untuk status masih Level II Waspada,” ujarnya.
Di Agustus 2025, Gunung Dempo sudah erupsi kali ketiga. Pertama pada 7 Agustus malam. Saat itu, letusan terjadi tanpa gejala vulkanik. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) minta masyarakat sekitar waspada. Terutama terhadap potensi letusan besar.
"Dari hasil analisis erupsi ini merupakan tipe freatik yang bisa terjadi tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas," ungkap Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid.
Embusan kolom abu dari letusan saat itu diperkirakan setinggi 1.200 meter yang keluar dari puncak kawah Marapi Gunung Dempo.
BACA JUGA:Bahas Batas Wilayah dengan Muratara dan Muaro Jambi
Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah utara serta terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan durasi hampir empat menit. Wafid mengatakan Gunung Dempo, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lahat, Empat Lawang, dan Kota Pagaralam, memang sebelumnya menunjukkan peningkatan aktivitas kegempaan sejak awal Juli 2025.
Aktivitas tersebut diikuti tren deformasi tubuh gunung yang menunjukkan penggembungan atau inflasi yang mengindikasikan adanya migrasi magma dari dalam ke permukaan. Dia mengimbau warga, pendaki, maupun wisatawan agar tidak memasuki area dalam radius 1 kilometer dari kawah Marapi Gunung Dempo serta 2 kilometer ke arah sektor utara dari kawah tersebut.
"Zona ini berpotensi terlanda lontaran material dan gas beracun akibat erupsi freatik," kata Wafid. Namun, dari hasil analisis data visual dan instrumental, tingkat aktivitas Gunung Dempo masih berada pada Level II (Waspada).
Erupsi kedua bulan ini terjadi pada 19 Agustus lalu. Gunung Api Dempo kembali mengeluarkan abu vulkanik setinggi 1.300 meter dari pusat kawah atau 4473 meter di atas permukaan laut pada pukul 07.48 WIB. Saat itu, ada enam pendaki berada di puncak Gunung Dempo.