Panther Terguling Disambar KA Babaranjang

TERGULING: Kondisi mobil Panther bermuatan gula merah yang terguling, tersambar KA Babaranjang di perlintasan 76 A Desa Pangkul Jawa, Kecamatan Cambai, Prabumulih, Sabtu (30/3). FOTO: IST--

REL, Prabumulih - Perilaku pengendara yang memaksa begitu melintasi perlintasan sebidang rel kereta api (KA), berujung disambar ’ular besi’. Mobil Isuzu Panther nopol BG 1687 ZG, terpental dan terguling-guling sebanyak 8 kali.

Mobil Panther bermuatan gula merah itu disopiri Dian Rizal (58), warga Jl Nias, Perumnas Nias Permai, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur.  

Kejadiannya di Km 334+5/4, perlintasan 76 A tanpa palang pintu di Pangkul Jawa, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sabtu, 30 Maret 2024, sekitar pukul 12.30 WIB. 

“Tidak menimbulkan korban jiwa. Korbannya tidak apa-apa, sudah kembali ke rumahnya,” tukas Kapolres Prabumulih AKBP Endro Aribowo SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Herli Setiawan SH, dikonfirmasi kemarin.

BACA JUGA:Adik Bupati Muratara Dikabarkan Diciduk Jatanras Polda

BACA JUGA:Tabrak Truk Tronton Terparkir di Bahu Jalan, Pemotor Tewas

Kapolsek Cambai Iptu Agus Widodo, menjelaskan KA Babaranjang 3785 itu datang dari arah Kota Palembang menuju arah Kota Prabumulih.

Dengan masinis Iwan Sanusi dan asisten Parhan. “Di pelintasan itu, KA Babaranjang menyambar mobil Panther yang keluar dari Desa Pangkul Jawa ke arah Jl Jenderal Sudirman,” katanya.

Sebelumnya, korban dari mengampas gula merah ke warung-warung di Pangkul Jawa. Dalam perjalanan pulang, terjadi musibah itu.

"Ketika mobilnya melintas tengah perlintasan, korban mengaku melihat ke kiri datang KA Babaranjang. Jaraknya sudah dekat, 10 meteran," jelasnya.

BACA JUGA:Herman Deru Ungkap Balon Pendamping di Pilgub 2024

BACA JUGA:ESP Incar Kursi Gubernur Sumsel

Korban berusaha mundur, karena jalan rel KA sedikit menanjak. Namun usahanya sudah sia-sia. "Tertabrak dari sisi kiri, korban bersama mobilnya terpental terguling-guling sebanyak 8 kali. Bergeser lebih kurang 8 meter dari perlintasan KA," tambah Agus.

Setelah kejadian, korban keluar sendiri. Dia meminta pertolongan warga setempat, diantar berobat ke bidan desa setempat. “Setelah itu korban langsung pulang ke rumahnya di Jl Nias, karena masih trauma," terangnya.

Tag
Share